(dari catatan Tom mc Iffle)
Trend 2011 akan muncul entrepreneur muda yang kreatif dan penuh inovasi memberi warna di dunia franchise. Sebutlah Kebab Turki, Super Krezzz, ABK, Arumanis Rainbow dan masih banyak lagi bisnis franchise bermunculan dengan meriah.
Pengalaman saya sebagai business coach dan juga franchisee sebuah bisnis internasional, ada empat faktor penting yang wajib di pelajari sebelum memilih sebuah franchise. Saya tahu ini bukan satu-satunya cara untuk memilih, namun mindset anda harus benar, agar hasil yang anda dapatkan juga benar.
Berikut faktor yang bisa anda tambahkan dalam due dilligence anda:
Faktor pertama dan utama adalah pada diri franchisee (pengguna) itu sendiri.
Mengapa harus franchisee? Karena membangun bisnis franchise itu tak jauh beda dengan membangun bisnis conventional, perlu persiapan mental dan mind set yang bagus. Apa tujuan anda membeli bisnis franchise, untuk menghabiskan waktu, investasi, atau memang ingin belajar bisnis.
Jika salah menempatkan tujuan maka, franchisee akan merasa menjadi victim dan tak memiliki mental mandiri untuk mengembangkan bisnis franchise tersebut. Mind set bermain dibawah garis maksudnya, mereka suka menyalahkan, mengingkari serta mencari-cari alasan mengapa bisnisnya kurang berkembang.
Bagi franchisee yang tidak memiliki purpose yang tepat, satu-satunya sasaran tembak adalah Franchisor. Apa contohnya:
*Menyalahkan franchisor karena tidak support system
*Sistem yang di gembar-gemborkan tidak berjalan sesuai harapan
*Profit tak kunjung datang
*Cashflow mulai terganggu
*Saya bekerja lebih keras daripada saat saya menjadi karyawan
*Purpose dari anda membeli franchise adalah untuk “belajar” berbisnis, jika anda belum memiliki bisnis sebelumnya. Anda bukan investor, karena bisnis franchise belum tentu sesuai definisi “A commercial profitable enterprise that works without you.”
Jadi, faktor pertama yang membuat keberhasilan dibisnis franchise adalah franchisee (pengguna) itu sendiri. Ingat, ketika anda membeli franchise, anda memutuskan untuk menggabungkan diri kedalam sebuah TEAM. Franchisee (pengguna) bukan customer.
Faktor kedua adalah dari sisi franchisor itu sendiri.
Franchise bagi seorang franchisee 80% system, 20% relationship. Namun bagi franchisor 80% harus relationship,20% system. Anda harus menciptakan relationship yang solid karena franchisee adalah team anda, bukan customer anda.
Seorang franchisor yang baik adalah yang bersikap komunikatif, artinya dia harus bisa membangun komunikasi dengan para franchisee nya hingga tercipta suasana yang harmonis dan saling keterbukaan.
Franchisor yang baik juga bisa memberi berbagai tips, strategi serta solusi di area bisnis hingga bisa membantu para franchisee dalam memetik lebih banyak lagi profit di bisnisnya. Intinya seorang franchisor bisa menumbuhkan semangat para franchisee (pengguna) nya untuk belajar hingga lebih mampu lagi dalam membangun bisnis franchise mereka.
Factor ketiga adalah industri.
Apakah Anda sedang berada di industry yang sedang sun set atau sun rise? Saya tak bisa sebutkan franchise mana yang sedangbooming atau akan tenggelam, tapi saya beri contoh misalnya franchise piringan hitam. Industri franchise piringan hitam itu sudah pasti akan tenggelam, karena kini sudah ada produk pengganti yang jauh lebih baik, misalnya CD atau media digital lainnya. Bagaimana cara melihat tren industry franchise tersebut? Simple. Lihat saja perkembangan dan pertumbuhan industri franchise tersebut, apakah makin banyak cabang atau banyak yang berguguran.
Faktor keempat adalah kompetisi.
Apakah industry franchise yang akan Anda pilih ini sudah kompleks sekali persaingannya? Dan seberapa cepat perubahan yang ada di industry tersebut? Apakah cepat sekali atau justru sebaliknya?
Kompetisi ini terlihat dari keunikan franchise tersebut. Jika ada pesaing yang meniru apakah franchise ini akan jatuh kepada kancah pertarungan harga. Saya beri contoh, misalkan saya ingin membeli franchise lembaga pendidikan bahasa. Belum apa-apa sudah ada tiga franchisor yang menawarkan franchise. Disana anda perlu berhati-hati menilai persepsi market terhadap tiga lembaga pendidikan tersebut.
Research
Semakin powerful uniqueness bisnis tersebut, semakin besar hasrat saya untuk membeli franchise tersebut.
Karena bisnis itu bersifat dinamis, karena itu diperlukan inovasi yang terus menerus untuk mengikuti tren bisnis tersebut.
Salam Pencerahan!
Tom MC Ifle
Best selling book author:
Profit is King, Rahasia Meledakkan Profit Tanpa Iklan
Big Brain, Big Money – 24 Pikiran Terlarang Yang membuat anda Kaya Raya

